Selasa, 18 Januari 2011

BANDARA ADISUTJIPTO

Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta

Bandara Adi Sutjipto adalah bandar udara yang terletak di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bandar udara ini dulu dinamakan Maguwo, sesuai dengan nama desa tempatnya berada (Maguwoharjo). Penggantian nama dilakukan setelah pesawat Dakota VT-CLA yang dikemudikan oleh Marsekal Muda Anumerta Agustinus Adisutjipto ditembak jatuh oleh pesawat Belanda tanggal 29 Juli 1947. Semula merupakan lapangan udara militer, namun penggunaannya diperluas untuk kepentingan sipil. Hingga sekarang masih terdapat bagian yang merupakan daerah tertutup (terbatas untuk kegiatan militer). Bandar udara ini juga merupakan bandar udara pendidikan Akademi Angkatan Udara dari TNI Angkatan Udara. Juga Skadron Pendidikan 101 (FFA AS-202-18A, T-41D) dan Skadron Pendidikan 102 (T-34C, KAI KT-1).

Luas bandara: 88,690 m², dengan dua landasan pacu. Sampai akhir tahun 2004, diperkirakan sudah lebih dari 2 juta penumpang setiap tahun yang dilayani. Terminal Baru, ATC Baru, Apron Baru, Taxiway Baru, dan Runway Baru dibangun pada 12 April 2007 dioperasikan pada 20 Maret 2010.


Kode Bandara :
IATA
:
JOG
ICAO
:
WARJ

Penerbangan Internasional

Bandara Adisucipto menjelma menjadi bandara internasional pada tanggal 21 Februari 2004. Pada saat itu, Garuda Indonesia mengoperasikan rute Yogyakarta - Kuala Lumpur. Sebulan selanjutnya, giliran Singapura yang dikunjungi oleh Garuda Indonesia. Sekitar bulan November 2006, Garuda Indonesia menghentikan rute - rute internasional.

Tetapi pada tanggal 30 Januari 2008, penerbangan internasional dilanjutkan kembali dengan menghadirkan Air Asia yang mengoperasikan Airbus A320 dengan rute Yogyakarta - Kuala Lumpur. Sejak 1 Februari 2008, Malaysia Airlines turut datang ke Yogyakarta dengan mengoperasikan Boeing 737-400.

Bulan April 2008, Air Asia membuat rute Yogyakarta - Kuala Lumpur menjadi setiap hari. Dan tanggal 16 Desember 2008, Garuda Indonesia kembali melayani rute Yogyakarta - Singapore mulai pukul 18.00 WIB, setiap hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.




PENGERTIAN BANDAR UDARA:


Bandar udara atau bandara adalah lapangan terbang yang digunakan untuk lepas landas atau mendarat pesawat udara, manaikkan atau menurunkan penumpang dan memuat atau membongkar kargo atau pos, serta dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan dan sebagai tempat perpindahan antar moda transportasi.

Bagian-bagian dari Bandara :
  1. Land side atau sisi darat (Ground Service)
Bagian-bagian atau daerah yang termasuk dalam land side yaitu :
  1. Airport Access (Jalan Masuk Bandara)
  2. Parking Lot (Taman Parkir)
  3. Taman sekitar parker kendaraan
  4. Air Side atau sisi udara
Daerah yang termasuk dalam air side adalah :
  1. Runway yaitu tempat take off dan Landing pesawat
  2. Taxiway yaitu tempat yang menghubungkan antara Apron dengan runway
  3. Apron yaitu tempat parker pesawat
  4. Terminal (penumpang dan cargo)
  5. Air space (Ruang Udara)
Suatu Bandar udara, pasti akan memberikan layanan-layanan langsung, baik yang bersifat Non Commercial maupun Commercial.
  • Layanan Langsung Non Komersial
  1. Porter atau Porlap
  2. Informasi penerbangan dan umum
  3. Trolley
  4. Ruang penyimpanan barang hilang
  5. Tanda-tanda petunjuk
  6. Tempat duduk
  7. Toilet
  8. Layanan penderita cacat
  • Layanan Langsung Komersial
  1. Lapangan parkir kendaraan
  2. Duty Free Shop (bebas pajak, namun hanya terdapat pada bandara Internasional)
  3. Toko
  4. Sewa Kendaraan
  5. Asuransi
  6. Pesanan Hotel
  7. Restoran
  8. Iklan
Di Indonesia banyak terdapat bandar udara, namun tidak semua bandara termasuk dalam kriteria bandara Internasional. Bandara Internasional harus mempunyai 3 kriteria sebagai berikut:
  1. Costum
  2. Immigration
  3. Quarantine
Pengelola dari bandara Adi Sucipto Jogja adalah PT. Angkasa Pura I Yogyakarta.
  1. SEJARAH PT. ANGKASA PURA I DAN BANDARA
1. Berdiri sejak tanggal 20 Februari 1964
2. Masuk jajaran PT. Angkasa Pura I sejak tanggal 1 April 1992 (sebelum menjadi bandara UPT DITJEN PERHUBUNGAN UDARA).
B. PENGELOLA BANDARA DI INDONESIA
1. PT. Angkasa Pura-I
2. PT. Angkasa Pura-II (9-10 bandara), meliputi Cengkareng Utara, Medan, Halim, dan Bandung)
3. Ditjen perhubungan udara
4. Swasta (Perusahaan Minyak)
C. NILAI BUDAYA PERUSAHAAN YANG HARUS DIMILIKI
1. Terpercaya
2. Keramahtamahan
3. Kebersamaan
4. Kewirausahaan yang sesuai dengan budaya setempat
5. Produktif dan responsive
Dan semua nilai budaya ini berlandaskan Good Cooperative Governance.
D. GENERAL MANAGER YANG PERNAH MENJABAT DI BANDARA ADI SUCIPTO JOGJA
  1. Wiranto Tjitrodarjono (KA BANDARA 1964-1975)
  2. Soemarwanto (KA BANDARA 1975-1985)
  3. I. Soenarto (1985-1988)
  4. H. Soelaeman Supratno (1988-1999 April)
  5. H. Sutardjo Wirto Prawiro (Kepala Cabang, MEI 1999-AGUSTUS 2001)
  6. Data hilang






F. WILAYAH KERJA PT. ANGKASA PURA I
  1. Syamsuddin Noor (Banjarmasin)
  2. Sepinggan (Balikpapan)
  3. S.A.M. Ratulangi (Manado)
  4. Frans Kaiseipo ( Biak)
  5. Patimura (Ambon)
  6. El Tari (Kupang)
  7. Hasanuddin (Ujung Pandang)
  8. Selaparang (Lombok)
  9. Ngurah Rai ( Bali)
  10. Juanda (Surabaya)
  11. Adi Sumarmo (Surakarta)
  12. Ahmad Yani (Semarang)
  13. Adi Sucipto (Jogja)
G. STRATEGI BIDANG BANDARA
3. “BANDARA GROWTH” (DPS, SUB, UPG)
Trafik penumpang di atas 3 juta
  • Ekstensifikasi dan diversifikasi
  • High Quality Service
  • Improve Efficiency
2. “BANDARA TAKE OFF” (BPN, JOG)
Trafik penumpang 2 juta s/d 3 juta
  • Intensifikasi dan ekstensifikasi
-      Selective investment
  • Competittive Level of Serving
  • Improve Efficiency
  1. “BANDARA PUSH TO BEP” (BDJ, SRG, AMI, MDC)
Trafik penumpang 500.000 s/d 2 juta
4  “BANDARA LOSS / PSO” (AMQ, SOC, KOE, BLK)
Trafik penumpang di bawah 500 ribu
Bandara Adi Sucipto Jogja berstatus bandara Internasional (Inclave Civil yaitu suatu bandara yang berada di wilayah militer. Kapasitas tempat duduk ruang tunggu adalah 512.
H. FASILITAS YANG TERSEDIA
1. Runway ukuran 2200 X 45 M
Runway adalah fasilitas yang digunakan untuk take off dan landing pesawat.
2. Taxi way
Taxi way adalah tempat yang menghubungkan antara apron dengan runway.
3. Apron untuk 8 pesawat jenis B737
4. Terminal penumpang. Chip room
5. Terowongan atau under pas TMA
6. Gudang Kargo
7. Parkir atau Halaman Parkir (300 cars)
8. Navigasi udara (NDB, VOR, DME, ILS         harus dicek setiap 6 bulan sekali)
  1. PROCEDURES
    1. INTERNASIONAL
-   ICAO (Annexis dan document)
  1. NASIONAL
-  Undang-undang tentang penerbangan No. 1 tahun 2009
-  Peraturan pemerintah
-  Keputusan menteri atau SKB
-  SKEP Ditjen Perhubungan Udara atau direksi
-  Dll.
J. AIRPORT REENUES
1. Aeronautica
- PJP (Pelayanan Jasa Penerbangan)
- PJP2U ( Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara)
- PJP4U (Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara)
- Counter
2. Non Aeronautica
- sewa-sewa
- iklan
- konsesi
- dll.
K. ATS (AIR TRAFFIC SERUS) UNIT
1. AOC (AERODROME CONTROL TOWEL)
2. APP (APPROACH CONTROL OFFICE)
L. SECURITY EQUIPMENT
1. X-Ray
2. Walktrough MD (detektor)
3. Hand Metal Detector
4. Explosive Detector
5. Bomb Blanket
6. Bomb Jacket
7. Air Taser
8. Gas Stickes
9. CCTV
M. FIRE FIGHTING
CATEGORY VII
  1. Water 12.100 Liter
  2. Foam 1.210 Liter (10%)
VEHICLES
  1. Commando car 250 kg DP
Foam Tender =
F-1 = 9000 Liter, F2 = 400 Liter, f3 = 400 Liter
  1. Ambulance
Maksimal waktu response 31 menit
N. PESAWAT UDARA YANG TAKE OFF ATAU LANDING DI BANDARA ADI SUCIPTO JOGJA
1. Garuda Indonesia
2. Lion Air (JT)
3. Wings Air
4. Batavia Air (YG)
5. Mandala Air Lines (RI)
6. Merpati Nusantara (M2)
7. Pelita Air Service (Balikpapan, Jogja, Halim)
8. Air Asia (AK atau OZ)
9. Malaysia
O. Kargo
WARE HOUSING :
  1. Dharma Bandara Mandala
  2. Global Anindya Mataram
P. Flight Routes Direct
Dari atau menuju Jogja yang langsung atau tanpa transit :
  1. Jakarta
  2. Denpasar
  3. Surabaya
  4. Balikpapan
  5. Banjarmasin
  6. Makasar
  7. Batam
  8. Pontianak
  9. Kuala Lumpur
10.  Singapura
Q. GROUND SUPPORT EQUIPMENTS
  1. Aircraft towing tractor
  2. Baggage
  3. Passange boarding stairs
  4. Lavatory service trucks
  5. High Lift Loader
  6. Baggage carts
  7. Catering trucks
  8. Refulling trucks
  9. GPU (Ground Power Unit) and GTC (Gas Turbine Compressor)
R. Passangers Flow Chart
  1. Departing Process International
-         Security check 1
-         Check in (pax and bag)
-         PJP2U (passanger service charge)
-         Fiscal and CIQ Process
-         Security check 2
-         Boarding Lounge or waiting room
-         Boarding process
  1. Arriving Process
-         Passanger deplaning
-         Immigrate Process
-         Baggage Claim
-         Custom and Quarantine Process
-         Hotel Reservasi
-         Taxi or Transport
-         Left Airport
S. GROUND HANDLER
1. PT. GARUDA INDONESIA
2. PT. PRATITHA TITIAN NUSANTARA
3. PT. NATRA ABADI NUGRAHA UTAMA (BATAVIA)
4. KOKA PURA AVIA (LION)
5. PT. JASA ANGKASA SEMESTA
6. PT. INNA ADISUCIPTO CATERING
7. PT. MADAI PRIMA CATERING
8. DPPU PERTAMINA (REFUELER)
T. INSTANSI LAINNYA
1. Karantina (Kesehatan, Ikan, Tumbuh-tumbuhan, hewan).
2. Bea dan Cukai
3. Imigrasi
U. AIRPORT CONCECIONNAIRS
1. Air lines (Ground Handling)
2. Batik Shops
3. Jemelleri Shops
4. Restaurant
5. Painting Shops
6. Souvenirs Shops
7. Hotel Reservasi
Setiap penumpang yang akan menaiki pesawat, harus datang ke bandara paling lambat 30 menit atau satu jam sebelum berangkat. Pesawat udara dibagi menjadi 3 jenis :
  1. Economi class
Setiap penumpang hanya diperbolehkan membawa barang dengan batas maksimum 20 kg.
  1. Business class
Setiap penumpang diperbolehkan membawa barang maksimum 30 kg.
  1. First class (maximum 40 kg)
Jika penumpang ingin membawa barang lebih dari yang telah ditentukan, tetap diperbolehkan. Tetapi penumpang harus membayar sebanyak 1 % dari harga tiket tertinggi per kg.



OLEH:M.TRI AJI SUDRAJAT
           FARRIS ZULFAKHRI







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar